Kamis, 06 Desember 2012
Senin, 26 November 2012
MENANGKAL SANTET DENGAN ILMU FISIKA
Santet, teluh, sihir atau apapun namanya adalah energi negatif yang mampu merusak kehidupan seseorang, berupa terkena penyakit, kehancuran rumah tangga hingga sampai kematian.
Beberapa ilmu hitam seperti santet ternyata diidentifikasi sebagai energi bermuatan negatif ( - ) sama dengan Bumi juga ternyata bermuatan negatif. Dalam fisika Hukum Coulomb yang dikemukakan oleh Charles Augustin Coulomb (1736-1806).
"Besar gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antara dua benda yang bermuatan listrik sebanding dengan muatan masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda itu
Besar gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antara dua benda yang bermuatan listrik sebanding dengan muatan masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda itu."
Jika makhluk halus dan bumi memiliki muatan yang sama maka akan saling tolak menolak. Hal ini juga berkaitan dengan mitos makhluk halus tidak dapat menyentuh tanah.
Berikut adalah metode menangkal santet :
Cara 1
Tidurlah dilantai yang langsung menyentuh bumi. Boleh gunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 Cm. Dengan tidur dilantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan (-) dari bumi.
Cara 2
Membuat alat elektronik yang mampu memancarkan gelombang bermuatan (-). Mahluk halus, jin, santet dll akan menjauh jika terkena getaran alat ini. Tapi Kelemahan alat ini tidak mampu mendeteksi mahluk baik dan jahat. Jadi, alat ini akan “menghajar” mahluk apa saja. Jika ada jin baik dan jin jahat maka keduanya akan “diusir” juga.
Cara 3
Melakukan gerakan senam khusus dimana tapak kaki harus menyentuh bumi. Gerakan senam ini hanya punya satu gerakan inti saja jadi mudah sekali dilakukan oleh anak2 hingga orang tua. Selain utk penyembuhan berbagai penyakit medis yg sulit sembuh, senam ini cukup banyak menyelesaikan kasus santet juga. Ini murni senam, tanpa mantra atau pernafasan khusus. Bagi yang minat, bisa beli VCDnya di IndoSpiritual
Cara 4
Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan (-). Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa “dingin”. Pohon yang memiliki muatan (-diantaranya : dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dll. Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi) dibandingkan dengan tanaman bermuatan (+)
Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan (+) seperti pohon asem, beringin, belimbing, kemuning, alas randu dll maka phohon sejenis ini tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal. Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon (+) dan mahluk halus (-) sesuai hukum C Coulomb.
Sumber http://wahw33d.blogspot.com/2010/07/menangkal-santet-dengan-ilmu-fisika.html#ixzz2DOre0e6J
MENU FISIKA
NYALA API LILIN MENGANDUNG PARTIKEL BERLIAN
Ternyata, dalam bara api lilin ditemukan jutaan partikel berlian. Dalam sebuah penelitian, para peneliti itu setidaknya menemukan 1,5 juta nanopartikel berlian yang dihasilkan setiap detiknya dari nyala api lilin.
Adalah Dr. Wuzong Zhou dari Universitas St. Andrew yang terletak di Skotlandia Timur yang melakukan penelitian ini. Dia melakukan penelitian setelah menerima tantangan dari sesama peneliti.
"Seorang teman dari universitas lain berkata pada saya, 'tentu saja tidak ada yang tahu nyala lili itu sebenarnya terbuat dari apa'. Lalau saya katakan kepadanya bahwa saya yakin ilmu pengetahuan pada akhirnya bisa menjelaskan semuanya. Jadi saya memutuskan untuk mencari tahu," kata Zhou seperti dikutip laman foxnews.com, Kamis 18 Agustus 2011.
Dengan menggunakan teknik sampel yang baru, Zhou dan muridnya Zixue Su sukses memindahkan partikel-partikel dari pusat nyala api lilin dan menemukan empat karbon penyusun berlian. "Ini sangat mengejutkan sebab masing-masing bentuk (partikel) biasanya diciptakan dalam kondisi berbeda," kata Zhou.
Sejak lilin pertama kali ditemukan di China sekitar 2.000 tahun yang lalu, studi telah menunjukkan bahwa molekul hidrokarbon terbakar di atas api dan karbon dioksida dilepaskan ke atas-- tapi apa yang terjadi selama proses ini masih menjadi misteri hingga kini.
Seperti halnya nanopartikel berlian di tengah nyala api lilin, para peneliti juga menemukan partikel fullerenic, bersama dengan karbon graphitic dan amorf. "Sayangnya, partikel berlian itu terbakar selama proses," kata Zhou. "Tapi ini akan merubah cara kita melihat nyala lilin selamanya."
Penemuan ini diharapkan dapan memberi petunjuk penelitian bagaimana berlian bisa dihasilkan dengan cara yang murah.
sumber :
http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/241737-nyala-api-lilin-mengandung-partikel-berlian
KARYAKU
KATA- KATA MUTIARA
Ketika kita sadar bahwa jumlah Gaya = 0
Maka kita juga harus sadar jumlah keburukan kita harus = 0
Ketika kita tahu W = F. S
Maka kita dikatakan berusaha jika ada tindakan dan bergerak
Tidak diam dan hanya pasrah
Ketika timbul gelombang-gelombang yang tak beraturan
Maka samakan frekwensi diantara kita agar timbul gelombang yang beraturan
Ketika tahu f = n/t
Maka besarkan amal kita tiap satu sekon, agar frekwensi kebaikan kita juga semakin besar
MENU FISIKA
BATERAI JERUK
Dalam
pembelajaran fisika pasti dibutuhkan alat peraga. Alat peraga yang murah dan
mudah dibuat dalam pembelajaran fisika sangat dibutuhkan oleh siswa. Siswa juga
tidak hanya dikenalkan dengan rumus-rumus fisika saja, akan tetapi banyak
hal-hal yang menarik di sekitar kita yang bisa kita manfaatkan dengan
menggunakan konsep fisika.
Alat
peraga murah, salah satunya adalah baterai jeruk. Alat dan bahan yang
diperlukan untuk membuat baterai jeruk adalah jeruk nipis 5 buah, lempeng seng,
lempeng tembaga, kabel dan lampu LED. Langkah-langkah membuat baterai jeruk
nipis adalah sebagai berikut :
1.
Setiap jeruk ditusuk dengan
lempeng seng yang berfungsi sebagai
kutub positif dan lempeng tembaga yang berfunsi sebagai kutub negatif pada belahan jeruk yang sama
2.
Lempeng tembaga dihubungkan
dengan lempeng seng pada masing-masing jeruk dengan kabel
3.
Hubungan dengan lampu LED
maka lampu akan menyala
Mudah dan murah bukan???
BADAI PETIR ABADI
Petir
dapat mengakibatkan berbagai kerugian. Gedung-gedung tinggi bisa terbakar
akibat sambaran petir. Petir merupakan peristiwa listrik dinamis yaitu
timbulnya loncatan muatan negatif, karena itu muatan tersebut mencari pasangan
muatan positif. Akibatnya gedung akan terbakar jika terkena sambaran petir.
Di
beberapa belahan dunia, terdapat fenomena alam yang luar biasa salah satunya
adalah badai petir abadi yang terjadi di muara sungai Catatumbodi danau
Maracaibo, Venezuela. Fenomena ini berupa awan petir yang membentuk garis kilat
sepanjang 5 kilometer, setiap 140 – 160 malam dalam setahun, selama 10 jam tiap
malam, dan terjadi lebih dari 280 kali dalam 1 jam itu. Intensitas petir
tersebut mencapai 400.000 ampere dan terlihat hingga 400 km jauhnya. Menurut penelitian,
petir ini terjadi karena tumbukan angin yang berasal dari pegunungan Andes.
Sabtu, 24 November 2012
UMUR MATAHARI
Umur setiap bintang berbeda-beda, tergantung berapa besar ukuran bintang tersebut. Sebuah bintang seperti Matahari memiliki umur sekitar 10 miliar tahun. Adapun bintang yang memiliki berat 20 kali lipat lebih banyak dari Matahari, hanya hidup sekitar 10 juta tahun saja.
Seperti dikutip dari Life’s Little Mysteries, 10 Februari 2011, bintang memulai hidupnya sebagai awan padat yang terdiri dari gas dan debu. Setelah bintang terbentuk, ia membakar hidrogen menjadi helium.
Setelah hidrogen mulai habis terbakar, tahap pembakaran berikutnya mulai berlangsung yakni pembakaran helium menjadi elemen yang lebih berat.
Jika bintang memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, atau hanya beberapa kali lipat ukuran Matahari, bintang tersebut lama-kelamaan akan menjadi bintang putih kerdil atau biasa disebut white dwarf.
Jika bintang tersebut memiliki ukuran jauh lebih besar, pertama-tama ia akan meledak ke dalam, lalu meledak kembali ke luar dalam sebuah ledakan supernova. Lalu, bagaimana dengan Matahari kita?
sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/203926-berapa-lama-umur-rata-rata-bintang-
TOKOH FISIKA
Prof. Abdus Salam
Prof. Abdus Salam dilahirkan pada tanggal 29 Januari 1926 di Jhang, sebuah kota kecil di Pakistan, pada tahun 1926. Ia merupakan fisikawan muslim terbaik abad 21. Ayahnya ialah pegawai dalam Dinas Pendidikan dalam daerah pertanian. Kelurga Abdus Salam mempunyai tradisi pembelajaran dan alim. Hanya sayangnya, ia memasuki Jamaah Muslim Ahmadiyyah dari Qadian, yang mempercayai kedatangan kedua dari Almasih, Nabi Isa yang kedua kalinya yang dijanjikan, Imam Mahdi, begitu juga sebagai Mujaddid pada abad ke 14 H dalam Kalender Islam dalam wujud Mirza Ghulam Ahmad, sehingga aliran ini dianggap sebagai minoritas non-Muslim di Pakistan. Akibatnya, sampai saat meninggalnya pada 1996, ia tidak pernah diberi penghargaan resmi oleh pemerintah Pakistan.
Dalam usia sangat muda (22 tahun) Salam meraih doktor fisika teori dengan predikat summa cumlaude di University of Cambridge, sekaligus meraih Profesor fisika di Universitas Punjab, Lahore. Khusus untuk pelajaran matematika ia bahkan meraih nilai rata-rata 10 di St.John’s College, Cambridge. Salam adalah satu dari empat muslim yang pernah meraih Hadiah Nobel. Tiga lainnya adalah Presiden Mesir Anwar Sadat (Nobel Perdamaian 1978), Naguib Mahfoud (Nobel Sastra 1988), Presiden Palestina Yasser Arafat (bersama dua rekannya dari Israel, Nobel Perdamaian 1995).
Penerima gelar Doktor Sains Honoris Causa dari 39 universitas/lembaga ilmiah dari seluruh dunia ini, yang sekali waktu pernah menyebut dirinya sebagai penerus ilmuwan muslim seribu tahun yang silam, telah menyatakan dengan tegas: harga diri suatu umat kini tergantung pada penciptaan prestasi ilmiah dan teknologis.Harga diri itu, seperti yang telah dibuktikan oleh Salam sendiri bukan saja dapat mengangkat suatu masyarakat sejajar dengan masyarakat lain. Gerakan dan keikutsertaan mencipta sains teknologi akan memberikan kontribusi pada peningkatan harkat seluruh umat manusia, tanpa melihat agama dan asal-usul kebangsaannya. Itulah rahmatan lil alaamin.
MENDAYUNG DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP FISIKA
Kegiatan mendayung biasanya dilakukan untuk menyelamatkan korban dalam peperangan laut atau pada saat perlombaan dan olahraga. Kegiatan mendayung ini mulai dijadikan bentuk olahraga di River Thames, Inggris.Sejak saat itu olahraga dayung menjadi olahraga paling populer di Inggris.
Faktor utama yang paling mempengaruhi kecepatan perahu adalah daya dorong perahu (propulsion). Mekanisme pergerakan perahu dalam air mengikuti Hukum III Newton tentang aksi dan reaksi. Menurut hukum ini, setiap gaya aksi selalu mendapatkan gaya reaksi yang besarnya sama tetapi pada arah yang
berlawanan. Dalam proses mendayung, pedayung memindahkan sejumlah massa air ke belakang (gaya aksinya) sebagai reaksinya air akan mendorong perahu maju. Untuk menggerakan perahu dengan massa total (termasuk massa pedayung) 100 kg, dengan kecepatan 1 m/det, kecepatan dayung (kecepatan air yang
dilontarkan) yang dibutuhkan 10 m/det jika massa air tersebut sebesar 10 kg. Atau kecepatan dayungnya 5 m/det jika massa air tersebut 20 kg. Disini kita mempunyai kebebasan menentukan kecepatan dayung kita untuk mencapai kecepatan optimum.
Dalam menentukan kecepatan dayung yang optimum konsep lain yang perlu diperhatikan adalah konsep energi kinetiK. Pada kasus 1, besarnya energi yang dibutuhkan adalah 550 Joule, sedangkan energi yang dibutuhkan untuk kasus 2 adalah 300 Joule. Besarnya energi kinetik yang terlibat pada kasus 1
hampir dua kali lipat energi yang terlibat di kasus 2. Hal ini menunjukkan bahwa teknik yang lebih efisien adalah dengan mendayung perlahan tetapi jumlah massa air yang dipindahkan diperbesar. Ini merupakan dasar yang menjadi alasan dipilihnya ukuran ujung dayung yang lebih besar (Hatchet Blade) supaya dapat
memindahkan air dalam jumlah yang lebih banyak.
Faktor lain yang juga mempengaruhi kecepatan pergerakan perahu adalah hambatan (resistance) akibat gaya tarik (drag) air. Ada tiga macam hambatan drag, yaitu skin drag (karena gesekan antara air dengan perahu), form drag (turbulensi), dan wave drag (hilang energi pada pembentukan ombak). Dari ketiganya, hambatan yang terbesar dihasilkan oleh skin drag. Besarnya hambatan ini sebanding dengan kuadrat kecepatan perahu dan bergantung pada bentuk kerangka perahu. Untuk mendapatkan kecepatan gerak yang konstan (tidak ada percepatan) diperlukan gaya yang besarnya sama dengan besarnya hambatan tersebut. (Yohanes Surya)
AIR DI BULAN
Ternyata pada kutub selatan bulan, tepatnya di kawah Cabeus terdapat air. Kawah ini berukuran lebar 97 kilometer. Jumlah air yang terdapat di bulan sekitar 5,6 persen atau kira-kira dua kali jumlah air di gurun Sahara. Memang kandungan air di bulan tidak sebanyak di bumi, akan tetapi adanya air di bulan merupakan hal yang mengejutkan. Air yang ditemukan terdapat dalam bentuk kristal es.
Kalau terbukti ada air di bulan, apakah mungkin kita bisa membangun rumah disana???
KERETA MAGLEV
MagLev adalah singkatan dari MAGnetically LEVitated trains yang terjemahan bebasnya adalah kereta api yang mengambang secara magnetis. Sering juga disebut kereta api magnet.
Seperti namanya, prinsip dari kereta api ini adalah memanfaatkan gaya angkat magnetik pada relnya sehingga terangkat sedikit ke atas, kemudian gaya dorong dihasilkan oleh motor induksi. Kereta ini mampu melaju dengan kecepatan sampai 650 km/jam (404 mpj) jauh lebih cepat dari kereta biasa. Beberapa negara yang telah menggunakan kereta api jenis ini adalah Jepang, Perancis, Amerika, dan Jerman. Dikarenakan mahalnya pembuatan relnya, di dunia pada 2005 hanya ada dua jalur Maglev yang dibuka umum, di Shanghai dan Kota Toyota.
Prinsip kerja kereta maglev dengan memanfaatkan gaya angkat magnet dan untuk berjalan memakai motor induksi untuk mendorong kereta untuk maju. Kereta ini memiliki kecepatan sampai 650 km/jam lebih cepat daripada kereta biasa. Kereta ini juga tidak memakai bahan bakar fosil sehingga hemat bahan bakar dan tidak menimbulkan polusi udara.Kereta ini dibentuk ramping dan moncongnya seperti lumba-lumba. Lumba-lumba dapat berenang dengan cepat karena bentuk tubuhnya yang streamline. Desaign seperti itulah yang dicontoh oleh kereta maglev.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_maglev
Langganan:
Komentar (Atom)









